Minggu, 30 Oktober 2016


CARA MEMBUAT CEMPLON CRISPY


 Alat dan bahan :
1. Singkong 3 buah
2. Kelapa 1 buah
3. Gula jawa
4. Garam
5. Gula pasir
6. Air secukupnya
7. Minyak goreng
8. Wajan + sotil
9.  Alat parut
10. Panci
11. Kain bersih
12. Pisau
13. Piring saji
Cara membuat :
1. Kupas singkong kemudian cuci  dengan air
2. Potong singkong agar mempermudah ketika memarut
3. Parutlah singkong dan kelapa tapi jangan dicampur
4. Peraslah singkong dengan kain kemudian letakkan air perasannya dipanci
5. Diamkan sejenak kemudian buang airnya, karena yang diambil adalah pati singkong
6. Campur singkong, parutan kelapa, dan pati singkong
7. Beri garam dan gula pasir secukupnya
8. Ketika sudah tercampur kemudian siapkan gula jawa yang dipotong-potong ukuran agak kecil
9. Buatlah campuran tadi dengan bentuk bulat-bulat yang tengahnya diberi gula jawa
10. Goreng cemplon hingga berwarna coklat keemasan
11. sajikan di piring




Share:

Minggu, 16 Oktober 2016

TRADISI LOKAL



Tradisi Surakyun

Siapa yang baru dengar istilah ini? Ya itu adalah salah satu tradisi di dasaku yang kini masih terjaga hingga sekarang. Lalu apa sih surakyun ini? Nah, surakyun ini adalah suatu tradisi dari nenek moyang dengan tujuan mengeti atau bersyukur atas hewan ternak dan peralatan pertanian yang dimiliki masyarakat. Masyarakat menganggap bahwa hewan milik Nabi Sualiman lalu digaduh atau dipelihara oleh masyarakat. Dimana biasanya disebut juga “gumbrekan” atau "wuku gumbreg". Pelaksanaannya biasanya 8 bulan sekali harinya selasa wage.
Biasanya masyarakat akan membuat tumpeng yang dilengkapi dengan sayuran yang disebut gudangan, tempe kering dan yang tak lupa adalah ketupat. Gudangan ini biasanya berupa sayuran yang direbus kemudian dibumbui dengan bumbu kelapa.
Masyarakat akan mulai acara surakyun pada waktu menjelang malam sekitar setelah shalat magrib. Anak-anak, remaja atau orang tua boleh ikut dalam acara ini yaitu dengan mengunjungi rumah ke rumah dari masyarakat dan setelah doa dan acara biasanya kami bersorak. Misalnya gini kembang alang-alang bleduke kyo dluang.... surakyuuunn.. setelah itu tumpeng dibagikan pada yang datang.
Ya begitu teman-teman sedikit cerita dari saya, kalau mau menambah atau memperbaiki boleh kok,, ini tradisi kami mana tradisimu. Salam budaya

Share:

Minggu, 09 Oktober 2016

cerpen

BUNDA AKU INGIN KEMBALI KECIL

Mentari pagi yang hendak menyapa menemaniku yang duduk bersandar sembari menuliskan suasana hari ini, air gemericik berenang menari-nari bersama ikan-ikan koi. Masyarakat  yang entah mau kemana terlihat sangat sibuk dan kendaraan yang berlalu lalang bak angin menyapu jalan.
Besok adalah hari penting bagiku di mana aku mendapat tugas penting negara dengan amanah yang cukup menantang. Namaku Zulaikha seorang  pekerja sosial dan on the way menuju mentri sosial. Aku sekarang tinggal di rumah yang sederhana tapi amatlah sejuk tak kalah seperti rumah di desa tanah aku dilahirkan. Saat itu aku tinggal bersama kakak perempuan yang bernama Arum. Sosok yang serba bisa mulai memasak, berwirausaha, dan mengasuh anak.  Dia sekarang bekerja sebagai wirausaha busana batik di daerah Jakarta yang sekarang sudah mempunyai cabang di Surabaya dan Yogyakarta. Siapa yang tak tau nama Arum Batik yang kini anaknya pun dipakai sebagai nama toko batik di Surabaya. Regina Batik dan mungkin tahun depan nama suaminya pun akan di gunakan sebagai nama cabang di Kalimantan.
Kring.... kring.... kring..... handponeku berbunyi Ririn rekan kerja , “ halo assalamualaikum gimana Ri ? “
“ waalaikumsalam zul, iya ni kita ada perubahan jadwal untuk surve lokasi, nanti kita rapat sekitar jam 10 lalu home visit disebagian wilayah lalu dilanjutkan besok.” (ucap Ririn dengan agak giduh)
Hatiku semakin penasaran kenapa tak ada hujan tak ada petir tiba-tiba datang badai.
   loh kok bisa dimajukan Ri, emang ada masalah apa?”
“ iya ini dari atasan ada rapat dulu karena ada sedikit masalah di daerah binaan”
“ oke lah”
“sip sip Zul la trus gimana planingmu buat pergi sama kakak kamu ke acara reuni  kalau jadwal diubah?”
“ udah Rin gausah di fikir nanti gampanglah”
 “oh yauda kalau kek gitu maaf ya Zul karna mendadak” (Ririn yang belum tenang)
“ uda gapapa nanti gampang aturnya. Heheheh”
“ oke Zul, yauda gitu aja, nanti rapat di tempat biasa ya,.. assalamualaikum”
“ waalaikumsalam” ucapku
Aku agak bingung mau gimana aku ngomong dengan kakaku tapi mau gimana lagi tugas negara lebih utama dan mungkin nanti kakak juga bakalan ngerti. Aku lekas beranjak dari sandaran santaiku menuju kakaku yang lagi sibuk masak di dapur. Gorengan bakwan jagung yang selalu muncul dan menjadi menu favorit pagi itu.
” Kak kak kak.....”. (panggilku untuk mencari sang kakak)
  apa si Zul kok teriak teriak ada apa?” (jawab Arum)
“hmmmm gini kak gimana kalau perginya besok aja?”.(sambil lenggak lenggok untuk merayu kakaknya)
“ihh gabisa la Zul kan ini juga acara penting emang kamu mau ngapain sih?”.(dengan keras menolak tambah ga faham sama rencana Zuliakha)
“gini lho kak tadi aku dapet info kalau aku home visit ke desa seberang maju harinya,katanya si mau rapat dulu baru cus home visit”
 “oalah gitu to, uda gapapa nanti biar kakak suruh jemput temen aja,kamu nyantai aja”.(sambil membolak-balik bakwan jagung di wajan)
“beneran ya kak, ga enak aku jadinya tambah ga enak kalau nanti ga bawa makanan kalau abis reuni”.
“kamu ya Zul uda gajadi nganterin tapi masih minta oleh-oleh....hahaha”(tertawa bergurau )
“hehehe kan aku juga laper... makasi yang kakaku tercinta”(sambil memeluk Arum)
“ihh uda ah Zul kamu bikin illfeel aja deh,”(bergurau sambil bergaya menolak pelukan Zulaikha)
“kakak jorok deh bau belum mandi”(sambil melepas pelukan sambil lari menuju laptop berada)
“ dasar Zulaikha”(menggeleng gelengkan kepala)
Aku segera beresi laptop dan kawan-kawan yang aku tinggalin di depan rumahku, lalu otw persiapan rapat di kantor. Aku pun mandi sekitar 15 menitan lalu ke kamar memilih baju paling cocok untuk jadwalku hari ini. Tak lama kemudian Regina anak kak Arum bangun, ya adik kecil imut kaya Cinderela baru masuk paut.
“bunnnnnddaaa...... “
“apa dek (jawab Arum sang bunda)
“aghhh......”(sambil berjalan menuju Arum)
“apa dek duduk dulu nanti mandi trus ikut bunda”
“kemana bunda?”(berubah semangat yamg awalnya ucek-ucek mata)
“jalan-jalan dong, nanti tante ga usah diajak ga usah kasih oleh-oleh”
“ahhhh kakak mulai ngajarin ga baik sama Regina, jangan dengerin ya dek”(sembari sibuk memilih baju kerja yang cocok)
“hahahaha”
Merah dan putih warna favoritku dan terkadang aku pakai sekaligus, yaitu rok merah dan baju putih atau sebaliknya dan sampai-sampai teman kerja bilang kalau aku uda kaya bendera yang siap di kibarkan, kamu emang calon mentri negara yang hebat,, aku kadang tersenyum dan slalu ku amini doa mereka.
Bagiku merah bukan hanya menyatakan sebuah kegagahan tapi merah menyatakan semangat yang besar yang membara untuk beriktiar demi cita-cita, lalu putih bukan sekedar suci tapi bagaimana kita mendekatkan diri pada sang pencipta.
Sebelum berangkat kemanapun selalu ku pandang terlebih dulu tembok di kamarku.
“semangat dan lakukan terbaik”(batinku sambil tersenyum)
Ya itu harapanku sampai hari ini dan sekarang sedang  proses menuju kesana, selalu aku tuliskan 2000 harapan di tembok kamarku yang ku isikan harapan-harapan yang aku inginkan dan yang sudah terkabul aku lingkari dengan pena hijau. Harapan yang aku tulis sejak aku masih duduk di kelas 6 SD ya sekitar 10 tahun yang lalu, aku juga tak tau bagaimana berfikirku kala itu dan sampai saat itu aku belum menambah harapan yang aku tulis saat aku masih unyu-unyu. Di pojok juga aku pasang sterofom yang berisi planing and target masa depanku, ya fikirku sebagai bentuk displinku.  Kalau di lihat uda penuh dinding kamarku berisi tentang rencana untuk mencapai cita-cita.
Jam sudah menunjuk pukul 08.30 WIB, aku segera berangkat dengan motor Supra yang kata orang  jadul yang masih aku bangga-bangggakan. Ya sekitar 15 menit uda nyampe lah.
“ kak aku barangkat dulu ya, jangan lupa oleh-olehnya”(teriak Zulaikha pamitan sama Arum yang sedang mandi)
“ iya uda sana, ati-ati ya...”(menjawab sambil mengguyurkan air di badannya)
“ oke kakak aku salim dulu dong,bukain pintunya...”(menggoda goda sang kakak)
“ uda gausah nanti luntur lho make up mu...”
“ iya juga si , yauda kak aku berangkat ya”
Motor hebatku sudah memanggil-manggil dan aku mulai jalan, dengan semangat aku memulai hariku menuju kantor. Sesampai di kantor ternyata sudah dimulai, aku segera masuk lalu ikut rapat.
“assalmualaikum wr.wb. terima kasih untuk rekan semua untuk datang tepat waktu, maaf atas rapat yang begitu dadakan karena ada sedikit permasalahan di area visit kita, ada sedikit kerusuhan yang terjadi di desa binaan kita saat ini, lebih tepatnya ada anggota kita yang telah membuat salah satu warga binaan agak marah sehingga kita harus mengambil tindakan untuk mengembalikan kepercayaan mereka. Nanti kita tetap melakukan home visit dan untuk terlebih dahulu mengunjungi kepala dusun untuk meminta tolong untuk mengembalikan keadaan, gimana rekan setuju tidak?”
 “iya pak saya setuju....”(saran Ririn)
“bagaimana yang lain?”(sekali lagi untuk mencari keputusan bersama)
“iya pak setuju” (ucap semua yang hadir dengan serentak)
“jika semua sudah setuju nanti jam 10.00 WIB otw ke desa seberang, yang saya tugaskan ke tempat bapak kepala dusun Zulaikha dan Ririn nanti kalian mempelajari apa kesalahan yang terjadi nanti kalian tampung bagaimana baiknya untuk menyelesaikan masalah ini. Nanti kalian konfirmasi saya dulu”
“siap pak”(jawab Ririn)
Setelah 1 jam pelaksanaan rapat kemudian Ririn dan Zulaikha on the way menuju rumah bapak kepala dusun untuk menindaklanjuti masalah.
Jalan terjal, bukit bertebaran, hamparan sawah, ulat jati bergantungan disepanjang jalan. Ririn agak takut akan hewan imut yang katanya enak dan gurih itu.
“Zul ati-ati lah, sumpah ini jalan kaya kebun ulat”(hampir nangis ketakutan)
“gapapa Rin sabar ya...”
Begitu sejuk desa binaan ini, tak ada yang tidak sempurna daun melambai-lambai dan masyarakat yang cukup sibuk di kebun. Sesampai di tempat bapak kepala dusun ku pijakkan kaki demi sebuah penyelesaian masalah.
“assalamualaikum ....”
“waalaikumsalam”(pak kepala dusun menuju pintu depan)
“maaf pak menggangu”
“oh ya silahkan masuk,oalah mbak Zul dan Mbk Rin to, iya gimana ?”
“gini pak kami mendapat laporan kalau ada salah satu masyarakat yang telah disakiti oleh teman kami,ini ada kesalah fahaman atau yang lain,ini kebenarannya gimana ya pak”
“oalah iya mbak ini memang ada kesalah fahaman ketika surve lokasi di rumah salah satu masyarakat pak Rohman namanya, kemarin ia juga cerita dengan saya dan saya sudah menjelaskan kesalah fahaman itu, menurut pengamatan saya saat kegiatan itu anggota LSM lelah dan masyarakat agak susah diatur dan spontanitas ada satu anggota LSM agak tegas dan ia tersinggung”
“lantas kami dari pihak LSM baiknya bagaimana pak?”
“begini saja mbak kita besok saja kita kunjungi rumahnya kita beri penjelasan sekaligus silaturahmi”
“oh ya pak begitu juga tak apa, nanti kami konfirmasi dahulu dengan pak direktur untuk semua, untuk kapannya nanti kami kabari bapak lewat kontak bagaimana pak?”
“oh yaya mbak tak papa, bageitu pun sudah baik”
“makasih pak untuk waktunya dan bantuannya, kami minta pamit untuk melanjutkan tugas kami”(sambil berdiri dan berjabat tangan dengan bapak kepala dusun)
“oh iya mbak sama-sama, memang kita juga harus bekerjasama untuk kemajuan desa di sini”
Setelah itu aku dan Ririn kembali ke kantor untuk meminta konfirmasi dengan pak direktur, dengan langsung pak direktur menyetujui dan kami lekas menghubungi pak kepala dusun untuk janjian kapan kunjungan di laksanakan.
“assalamualaikum pak, saya Zulaikha dari LSM ini kalau kunjungan ke rumah pak Rohman kita laksanakan besok jam 10.00 WIB bagaimana pak?”
“oh iya mbak saya slalu stand by kok”
“oh ya terima kasih pak”
Hari berganti mentari sama sekali tak enggan mewarnai dengan senyumnya yang indah, daun tetap hijau berseri. Sama tak berbeda mungkin hanya saja lebih ramai di seberang jalan karena hari ini adalah hari libur. Seperti biasa aku bangun lalu mandi untuk mempersiapkan diri, sesaat aku luangkan waktu untuk membantu sang kakak untuk bergulat di dapur dan sejenak bermain bersama Regina imut.
“tante tau ga kenapa burung bisa terbang”(tanya Regina penasaran)
“kenapa ya...hmm karena punya sayap dek”
“tante aku pengen jadi pilot aja deh tante biar bisa terbang kaya burung,kan aku ga punya sayap, nanti tante sama temen-temen aku ajak naik deh, kata ibuk kita harus bercita-cita tinggi dan pinter”
Dengan kaget dalam hati begitu besar angan Regina anak paut yang sudah bercita-cita sebesar ini. Bunda aku rindu bunda hanya itu yang terpikir, dulu aku juga dimotivasi untuk hal itu.
“iya dek.. kakak doakan semoga terkabul,,Amin. Sekarang sekolah yang yang pinter dulu ya”(jawab Zulaikha sembari memeluk Regina dan meneteskan air mata)
“tante kanapa?”
“gapapa dek, tante seneng banget”(sembari mengusap air mata)
Tak terasa jam berputar begitu cepat sesegeralah aku beranjak dan pergi ke kantor untuk home visit. Pamitan yang tak terlupa dan aku persiapkan mental untuk bertempur di medan perang. Sesampai di kantor ternyata Ririn sudah berada di sana,tepat jam 09.30 kami otw menuju desa seberang yang terlebih dulu mampir ke tempat pak kepala dusun. Pak kepala dusun ternyata sudah stand by di depan rumah bersama sang istri yang minum teh.
“assalamualaikum pak”
 “waaliakumsalam mbak, ayo saya sudah siap ,,, lets go...hehehe”
Aku tersenyum, bapak kepala desa ini memang super modern, lekas kami otw ke rumah pak Rohman untuk menyelesiakan masalah. Sekitar jam 10.00 WIB kami telah sampai di rumah pak Rohman.
“assalamualaikum pak”
“waalaikumsalam, kalian mau ngapain kesini....”(Pak rohman berontak dan marah)
“maaf pak kami dari LSM ingin bersilaturahmi ke rumah bapak”(ucap Ririn)
“kalian sudah pergilah jangan berhubungan dengan keluarga kami, sudah cukup buat kemarin,tanpa kalian pun kami mampu berkembang”(jawab pak Rohman)
“pak maksud kami ini ingin mencari penyelesaian,dan meminta maaf atas tindakan kami terhadap bapak dan keluarga”(lanjut Zulaikha)
“pak Rohman kita adalah warga yang sudah bertahun-tahun di bantu oleh LSM, sudah berapa kalikan bapak di bantu apakah cukup sekali dua kali? Sedangkan untuk memaafkan masalah kecil pun bapak tak sudi,bukankah sudah jelas masalah yang bapak ceritakan kemarin pada saya ? dan saya rasa semua itu hanya kedua pihak sedang tidak klob”(lanjut pak kepala desa)
Blar....pintu ditutup dengan keras...tampaknya dia amat marah. Aku dan tim tetap berdiri di depan rumah pak Rohman, tapi siapa sangka sekitar 5 menit kami menunggu pak Rohman keluar dengan menangis dan meminta maaf pada tim. Tak tau gerangan apa yang melunturkan hatinya.
“maafkan saya mbak-mbak “
“bapak kami yang meminta maaf atas kesalahan kami”(ujar Ririn)
Kami pun saling berjabat tangan bak debu yang tertaburan bersih tanpa kotoran. Istri pak Rohman keluar bersama ke tiga anaknya, yang satu digendong yang dua menggandeng ibunya. Istrinya tersenyum, mereka amat bahagia di rumah reot yang hampir rubuh. Anaknya pun mulai manja-manja lucu yang sama pada umumnya anak lain. Aku hanya mampu menangis.
“Zul kamu kenapa?”(tanya Ririn)
“gapapa Rin aku hanya bahagia melihat ke-3 anak pak Rohman yang begitu bahagia, aku merindukan bundaku Rin sangat rindu,sudah hampir setahun ini aku ga pulang dan hanya komunikasi telpon,aku rindu dan ingin kembali kecil seperti mereka yang selalu dimanja dan diperhatikan setiap waktu”(jawab Zulaikha dengan panjang lebar)
Ririn tersenyum dan memelukku lambat laun nampaknya ia juga tak mampu menahan tangis.
Sekitar pukul 13.00 WIB karena masalah sudah terseleaikan. Di tengah jalan kakakku telpon memintaku transfer uang di bank,lanjut aku ke bank tempat biasa aku pakai.
Ya antri adalah hal biasa tapi ada yang berbeda 1 keluarga yang datang dengan kedua anaknya,sungguh tak tau kenapa rindu ini semakin menggebu-gebu akan sesosok ibu. Langsung aku berniat aku harus pulang kampung. Selesai transfer di bank lanjut aku pulang ternyata kakaku sedang telpon bunda, langsung aku ngobrol.
“nak kapan kamu pulang uda setahun ga ketemu”(ungkap ibu)
“iya bu nanti kapan-kapan aku pulang”(jawab Zulaikha sembari tersedu-sedu menangis dalam hati hingga menetes air mata)
“iya nak Bunda tunggu ya”
“iya bun,nanti lagi ya bun. Bye”(sambil memberikan hp ke Arum dan berlari ke kamar yang tak kaut menahan tangis)
Siapa yang menyangka bagaikan jalan yang ramai menjadi sepi. Ada libur seminggu di pekerjaan,ini adalah suatu yang langka. Akhirnya aku putuskan libur itu aku pulang kampung.
“kak rencana aku mau pulang kampung kakak mau ikut?”(ucap Zulaikha pada Arum)
“kapan Zul..kakak si bisanya minggu ini paling 3 hari bisanya gimana kamu yah ada libur ga?”
“bisa lah tapi juga 3 hari”(ucap suami Arum)
“asek... nanti Regina giman?”
“ah kamu Zul paut sekolah ga tiap hari kali, inikan hari Rabu nanti kamis sore kita otw dan sekitar Sabtu kalau ga Minggu kita balek”
Kamis yang aku nanti untuk menuahkan rindu pada sang bunda, kami otw sekitar pukul 14.00 WIB dan sampai sekitar jam 20.00 WIB tanpa menunggu lama aku langsung masuk rumah dan memeluk ibunda tercinta.
“bun aku sayang bunda, aku rindu bunda...”
“bunda juga kangen kamu nak... “
“bunda apa kabar, sehatkan?”
“sehat nak, (tangis yang membanjiri)
Ternyata makan malam sudah disiapkan kami lekas makan dengan lauk favoritku.
“bunda aakk suapin”(sambil membuka mulut)
“ah kamu kan sudah besar”
“gapapa bunda, aku pengen kaya dulu waktu bunda memanjakan Zulaikha”
Bunda Zulaikha hanya tersenyum dan membalikkan badan mengusap air mata. Dan aku mendekat dan memeluk erat-erat.





Share:

Minggu, 02 Oktober 2016

BIODATA

Nama saya Siti Khomariyah, usia saya 20 tahun anak ke-2 dari dua bersaudara. Ibu saya bernama Wasilah dan ayah saya bernama Rakidin. Saya mempunyai kakak yang bernama Zainal Abidin, sekarang ia sudah mempunyai istri yang bernama Sugiarni dan anak yang bernama Alfiza Hanif Pratama.
Saya sekarang kuliah di UIN SUNAN KALIJAGA Yogyakarta Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial. Sebelumnya saya sekolah di SMKN 2 Wonosari dengan Jurusan Teknik Komputer Jaringan, SMP saya di SMPN 1 Playen, SD di SDN Bleberan , dan TK di TK Masitoh Bleberan 3.

Siapa yang tidak mengenal Bleberan coba tempat wisata yang sekarang terkenal dengan wisata Sri Gethuk dan Goa Rancang. Semua ini sudah aku jelajahi berkali-kali. Sekarang yang lagi dibuka yaitu wisata watu layah di daerah Getas dimana sungai yang ada batu berbentuk layah. Pasti kalian juga hobi buat treveling sama seperti saya, Gunungkidul memang pusatnya wisata. Pengalaman yang terhebat yaitu ketika berlibur ke Sriten (puncak tertinggi di Gunungkidul) ya jalannya yang begitu ekstrim naik turun dan sebelum kesana cek rem terlebih dahulu. Tapi semua itu dapat terobati ketika sampai di puncak, di suguhi embung yang amat indah dan seperti dekat dengan awan.

Kegiatan sehari-hariku adalah membantu orang tua. apalagi masak wow aku paling hobi, berbagai resep uda aku coba dan hasilnya ada yang lumayan ada yang enak dan ada yang mantab. Selain itu aku paling suka untuk bersosialisasi di forum anak Desa Bleberan setiap hari Minggu kami berkumpul untuk membahas rencana ke depan, membuat program dan berkumpul untuk mempererat tali persaudaraan.

Share:

Selasa, 22 April 2014

KONFIGURASI TOPOLOGI JARINGAN


Gambar hasil konfigurasi topologi jaringan


 Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.10.1 ke server yang bernomor  ip 10.10.11.1


Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.10.1 ke pc yang bernomor  ip 10.10.12.2 



Gambar hasil ping dari server  yang bernomor ip 10.10.11.1 ke pc yang bernomor ip 10.10.10.1


  Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.12.2 ke pc yang bernomor ip 10.10.11.1


Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.11.1 ke wireless yang bernomor ip 192.168.0.11


Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.12.2 ke pc yang bernomor ip 10.10.10.1


Share:

Blogroll

About

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Viewer

Blog Archive