Selasa, 22 April 2014

KONFIGURASI TOPOLOGI JARINGAN


Gambar hasil konfigurasi topologi jaringan


 Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.10.1 ke server yang bernomor  ip 10.10.11.1


Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.10.1 ke pc yang bernomor  ip 10.10.12.2 



Gambar hasil ping dari server  yang bernomor ip 10.10.11.1 ke pc yang bernomor ip 10.10.10.1


  Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.12.2 ke pc yang bernomor ip 10.10.11.1


Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.11.1 ke wireless yang bernomor ip 192.168.0.11


Gambar hasil ping dari pc yang bernomor ip 10.10.12.2 ke pc yang bernomor ip 10.10.10.1


Share:

Senin, 25 November 2013

PERANAN PENDUDUK DI DAERAH TANJUNG PADA MASA ZAMAN BELANDA


Pada tahun ‘50an datang tentara AURI. AURI sendiri mempunyai kepanjagan Angkatan Udara Republic Indonesia. Tentara AURI ini adalah salah satu pahlawan  Indonesia yang berjuang di kala penjajahan Belanda hingga Jepang. Mereka melakukan penyelamatan republic Indonesia kala itu. Tentara AURI ini dulu melakukan pengungsian di daerah dukuh Tanjung lebih tepatnya yaitu di rumah kepala desa Tanjung yang bernama Ngatemo Diryo dan rumah rakyat biasa yaitu di rumah Diran. Saat itu posisi Belanda masih berada di Yogyakarta  ketika tentara  AURI di desa Tanjung. Tentara AURI ini terbagi menjadi beberapa kelompok yang kemudia tinggal ditempat yang berbeda-beda. Masyarakat desa Tanjung menyebut orang Belnda ini dengan sebutan Londo dan masa penjajahan kala itu disebut dengan zaman Dur Stot.
Kegiatan selama beberapa bulan di rumah kepala dukuh Tanjung ini yaitu melakukan pemantauan dimana keberadaan Belanda saat itu atau menurut orang-orang Tanjung mencari pawarto yaitu berita. Alat yang digunakan saat itu adalah radio, telegram dll. Alat ini memanfaatkan seperti disel yang besar dan antena pemancar. Jadi ini semua di bangun dalam lubang  bawah tanah dan dalam keadaan tertutup. Lubang ini dibangun berkat dari gotong-royong rakyat pula dari perintah kepala dukuh kala itu. Namun untuk kejelasan isi dari dlam lubang tanah tersebut rakyat juga tidak tahu. Rakyat juga sering mendengarkan pemantauan dari utara rumah kepala dukuh yang dilakukan oleh Tentara AURI,pemantaun tersebut sangat terdengar begitu keras sehingga ketika ada berita  rakyat dapat mendengar dari sana.
Hal lain yang dilakukan yaitu mereka membuat sebuah trowongan diladang-ladang untuk melakukan penyelamatan saat tiba-tiba Belanda datang. Yaitu dengan menggali tanah lalu menutupnya dengan gedheg kemudian ditimbun tanah lalu juga dapat ditutup dengan tumbuhan hijau. Jadi ketika Belanda datang mereka dapat bersembunyi di trowongan tersebut. Patrol yang dilakukan Belanda itu tidak mengenal waktu entah siang, malam,senja atau lainnya. Tempat lain yang menjadi pelarian yaitu di rumah Wongso dan masih banyak lagi.
Peralatan-peralatan perang  yang mereka punya disimpan di rumah bapak Wingin, seperti tembak dll. Namun  untuk sekarang peralatan tersebut sudah tak ada karena dibawa oleh tentara AURI lagi. Rakyat pun juga tak berani menyimpan peralatan-peralatan perang mereka karena mereka takut bila Ketahuan oleh Belanda mereka akan dilacak dan mandapat masalah. Adapun mereka jika menemukan alat  seperti itu mereka memilih membuangnya atau menimbun barang tersebut.
Zaman ini menjadikan anggapan zaman yang paling membuat rakyat menderita karena mereka harus berlari sebelum Belanda datang melakukan patroli untuk mencari markas tentara AURI ke desa Tanjung.. Dan rakyat juga harus menguatkan mental karena di waktu itu jika mereka bertemu dengan Belanda saat melakukan patroli lalu mereka berlari karena ketakutan mereka malah akan ditembak karena mereka dikira adalah tentara  yang dicarinya. Karena ada seorang yang membawa kayu namun ada Belanda yang sedang melakukan patroli lalu ia berlari karena sangat takut tapi ia malah ditembak oleh Belanda.
Adapun kisah lain tentang seorang yang dari bepergian membawa kacang  yaitu Pawiro Tempo dan Rejo, mereka bertemu dengan Belanda di kreteg karangmojo lalu mereka karena muda mereka diminta berhenti. Pawiro Tempo dimintai untuk mencarikan kelapa muda, ia sudah diberinya pisau untuk memetiknya, namun dari kesempatan itu ia malah pergi untuk pulang dan alatnya pun ia buang karena sangat takutnya ia pada orang Belanda. Lalu adiknya Rejo masih bersama Belanda ia ,malah diberinya makan dan lain-lain, keberntungannya ternyata Belanda meminta Rejo untuk mencari kakaknya yang mencari kelapa muda yang belum juga kembali, dari kesempatan itu pula ia gunakan untuk menyelamatkan diri pulang ke Tanjung. Sebagai penghormatan pada Belanda mereka cukup menundukan kepala kepada mereka atau untuk menyelamatkan diri mereka cukup menutupi muka atau tinggal lewat biasa. Keadaan rakyat kala itu baik-baik saja karena tujuan utama Belanda hanya untuk mencari tentara AURI bukan menyakiti rakyat. Namun karena ketakutan itu yang malah membuat rakyat khawatir dengan keadaan itu. Untuk masalah makanan rakyat juga kadang mendapat bagian dari tentara AURI saat mereka mendatpat kiriman seperti daging dll.
Adapun seorang menteri yang bernama Sumbandriyo yang bersama keluarganya yang melakukan pengungsian di Banaran dari itu mereka dapat selamat dari Belanda dan dapat kembali ke Jakarta kembali dengan selamat. Dari kejadian itu di sana didirikan tugu yang mengenang dari peristiwa pengungsian Sumbandriyo. Dari pemilik tempat itu pula keluarga Nomo pun mendapat perhiasan yang banyak dari mentri Sumbandriyo dan sampai sekarang keluarga dari mentri Sumbandriyo setiap hari kurban memberikan kurban pada desa tersebut.
Ketika adanya patrol tersebut mereka tak  ada yang berani memberi tahu dimana letak markas tentara Indonesia.namun dari itu pula ada rakyat Indonesia sendiri yang menjadi mata-mata yaitu bernama Den Margono ,yang memberikan informasi mengenai Tentara AURI. Ketika ia terpisah dengan Belanda ia dibawa ke hutan lalu dibunuh. Menurut saat itu ia mempunyai kekutan yaitu dibunuh tidak meninggal, dari kekuatannya itu ia berani menjadi mata-mata  Belanda. Ia dikubur dalam keadaan dadanya di tombak. Dalam keadaan itupun ternyata istri dari Den Margono  sedang hamil lalu anaknya lahir dan dibri nama Yatin.
Jam 08.00 WIB terjadi pertempuran hebat di daerah Ngasem yaitu antara Belanda dan Tentara AURI. Ketika itupun Martono juga melakukan penyelamatan karena ketakutan,semua bahan yang ia bawa habis karena jatuh diperjalanan. Suara letupan senjata yang terdengar begitu jelas dari Tanjung membuat kekhawatiran rakyat. Dan setelah itu Tentara AURI melakukan pidah ke tempat yang lain
Foto-Foto Tempat Yang Berhubungan Dengan tentara AURI

 





Nama                            : Martono (Simin)
Tempat Tanggal Lahir : Gunungkidul,24 Juni 1936
Nama Orang Tua          : Suto Wiryo (Diko) + Ngatikem
Jumlah Saudar            : 5 orang
Pendidikan Akhir       : SD (Sekolah Dasar)
Alamat Asal                : Dengok III,Dengok,Playen,Gunungkidul
Nama Istri                 : Ngadinem
Jumlah Anak             : 3 orang
Alamat                      : Tanjung II, Bleberan,Playen,Gunungkidul


Share:

Selasa, 19 November 2013

Sistem Operasi

Sistem Operasi

Sistem operasi atau dalam bahasa Inggris: operating system atau OS adalah perangkat lunak sistem yang bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan software aplikasi seperti program-program pengolah kata dan browser web.

Secara umum, Sistem Operasi adalah software pada lapisan pertama yang ditaruh pada memori komputer pada saat komputer dinyalakan. Sedangkan software-software lainnya dijalankan setelah Sistem Operasi berjalan, dan Sistem Operasi akan melakukan layanan inti umum untuk software-software itu. Layanan inti umum tersebut seperti akses ke disk, manajemen memori, skeduling task, dan antar-muka user. Sehingga masing-masing software tidak perlu lagi melakukan tugas-tugas inti umum tersebut, karena dapat dilayani dan dilakukan oleh Sistem Operasi. Bagian kode yang melakukan tugas-tugas inti dan umum tersebut dinamakan dengan "kernel" suatu Sistem Operasi.

Sistem Operasi secara umum terdiri dari beberapa bagian :

1.Mekanisme Boot, yaitu meletakan kernel ke dalam memory kernel, kernel dapat dikatakan sebagai inti dari Sistem Operasi.

2.Command Interpreter atau Shell, bertugas untuk membaca input berupa perintah dan menyediakan beberapa fungsi standar dan fungsi dasar yang dapat dipanggil oleh aplikasi/program maupub piranti lunak lain. Contoh dari Shell adalah : Command Prompt pada Windows XP (DOS pada Windows 98), XTerm dan Konsole di Mesin Linux (Unix).

3.Driver untuk berinteraksi dengan hardware sekaligus mengontrol kinerja hardware.

4.Resource Allocator. Sistem Operasi bertugas mengatur dan mengalokasikan sumber daya dari perangkat.

5.Handler. Handler berperan dalam mengendalikan sistem perangkat agar terhindar dari kekeliruan (error) dan penggunaan sumber daya yang tidak perlu.

Sekarang kita akan menilik sejarah dan perkembangan Sistem Operasi.

Menurut Tanebaum, Sistem Operasi mengalami perkembangan yang dapat dibagi ke dalam 4 generasi.

1.Generasi Awal

Perkembangan awal Sistem Operasi masih dilakukan secara manual dalam artian belum muncul adanya Sistem Operasi yang secara otomatis artinya belum mendukung layanan pekerjaan yang dapat dilakukan dalam 1 rangkaian.

2.Generasi Kedua

Di generasi ini sudah diperkenalkannya perkejaan yang dapat dilakukan dalam 1 rangkaian atau biasa disebut dengan Batch Proccessing System.

3.Generasi Ketiga

Pada generasi ketiga, Sistem Operasi sudah mendukung layanan Multi-User, Multi-Programming dan Batch Proccessing System (Multi-Task).

4.Generasi Keempat

Di masa ini, sudah diperkenankannya GUI (Graphical User Interface) yang artinya Sistem Operasi memiliki tampilan dan dengan bermodalkan mouse, End-User dapat menjalankan aplikasi/porgram atau piranti lunak.

5.Generasi Selanjutnya

Pada generasi selanjutnya diperkenalkan Sistem Operasi yang berada dalam sebuah Sistem Operasi, ini adalah contoh sebuah Sistem Operasi berbasikan Website yang berkerja di dalam sebuah Sistem Operasi. Dan generasi selanjutnya diperkenalkanlah Sistem Operasi bergerak (Mobile) pada perangkat bergerak seperti : PDA, Poket PC, dan lain sebagainya. Di generasi selanjutnya diperkenalkan juga teknologi Sistem Operasi jaringan yang sifatnya virtual, sehingga dalam 1 jaringan hanya diinstal 1 buah Sistem Operasi pada Perangkat yang bertugas menjadi Server. Selain itu, diperkenalkan pula Cross Platform Operating System yang artinya dapat menggabungkan 2 Sistem Operasi berbeda seperti : Linux dan Windows.

Dewasa ini, hampir seluruh manusia memiliki PC dan Mobile PC. Dikarenakan faktor harga yang selalu berubah dan kebutuhan manusia akan perangkat otomatis seperti : PC, maka manusia menjadikan PC sebagai kebutuhan utama. Seiring dengan perkembangan teknologi PC pun dibuat ringkas agar dapat dijadikan sebagai piranti otomatisasi yang bergerak (Bisa digunakan kapan saja, di mana saja dan oleh siapa saja). Contoh PC bergerak adalah : Laptop, Notebook dan NetBook, ketiga piranti tersebut juga memiliki Sistem Operasi layaknya PC. Dan sekarang saatnya kita bahas Sistem Operasi yang ada di PC.
Share:

Blogroll

About

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.

Viewer

Blog Archive